Sabtu, 09 Maret 2013

Sejarah Berdirinya Ikatan Mahasiswa Indonesia

Ada ungkapan bahwasanya pemuda adalah agen perubahan. Dalam hal ini tidak terkecuali pemuda yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang tergabung dalam IMRI akronim dari Ikatan Mahasiswa Rifaiyah Indonesia. Mengingat pentingnya perubahan yang lebih baik. Maka, di pandang perlu adanya upaya-upaya yang mengarah pada  peningkatan kualitas di dalam tubuh IMRI itu sendiri yaitu dengan meningkatkan kualitas personal sebagai modal mengembangkan perogram IMRI yang berkualitas di berbagai bidang di masyarakat yang bersifat komprehensip. Oleh karena itu. Maka, Kongres I Ikatan Mahasiswa Rifa’iyah Indonesia (IMRI) adalah salah satu dari sekian upaya yang di anggap tepat untuk di lakukan saat  ini. Dengan di adakanya moment tersebut, adalah sebuah bentuk kesadaran betapa pentingnya kualitas individual dalam sebuah organisasi dan pada akhirnya bermuara pada IMRI yang eksistensinya tidak hanya ada secara struktural, melainkan memberikan kontribusi nyata di masyarakat secara keseluruhan.
Mungkin nama IMRI sangatlah asing bagi kalangan warga Rifa’iyah, baik kaum muda maupun dikalangan mahasiswa sendiri. IMRI dilahirkan atas ilham dan dukungan penuh dari sebagian besar Mahasiswa Rifa’iyah dan kemudian diresmikan oleh PP Rifa’iyah pada tanggal 20 Januari dengan agenda Kongres I yang diselenggarakan di Yayasan Wakaf Rifa’iyah Kab. Kendal Ponpes Terpadu Syaikh Ahamad Rifa’i
Acara itu diselenggarakan atas dasar kerjasama seluruh panitia dengan Pengurus Ponpes Terpadu Sayaikh Ahmad Rifa’i serta pihak lain (donatur) dari Pembina IMRI dan para aghniya.  Menurut salah satu panitia bahwa acara ini jauh lebih baik dari harapan awal, pasalnya rancangan dan draft yang telah dibuat untuk region semarang ternyata malah di terima untuk pusat. Seluruh draft dan rancangan yang mulanya telah disusun rapi dan sistematis oleh panitia pelaksana kemudian diplenokan kembali secara intern demi memenuhi harapan dari PP Rifa’iyah. Kemudian paginya ditawarkan kepada seluruh peserta sidang untuk dimusyawarahkan.